Rabu, 25 Juli 2012

PREDIKSI MATERI SOAL BERDASARKAN KISI-KISI UJI KOMPETENSI GURU 2012


Bapak Ibu Guru bingung menjabarkan materi kisi-kisi UKG? Banyak permasalahan yang dihadapi tentunya, ada yang tidak memiliki buku, ada juga yang sudah lupa materi-materi yang akan diujikan. Berikut ini contoh untuk memudahkan Bapak Ibu sebagai bahan bacaan, atau sekedar untuk persiapan dalam menghadapi UKG yang sebentar lagi akan dilaksanaan. Di sini akan kami jabarkan dari Standar Kompetensi Kisi-Kisi UKG. Selamat membaca.

1. Menguasai substansi dan metodologi dasar keilmuan bahasa Indonesia yang mendukung pembelajaran bahasa Indonesia SD/MI.
1.1. Memilih, menata, dan merepresentasi materi ajar bahasa Indonesia SD berdasarkan pemahaman tentang bagaimana siswa belajar bahasa Indonesia
1.1.1. Menganalisis karakteristik perkembangan bahasa anak usia SD
Ross dan Roe (Zuchdi dan Budiasih, 1997) membagi fase/tahap perkembangan bahasa anak seperti berikut.
PERKIRAAN UMUR
TAHAP PERKEMBANGAN BAHASA
KEMAMPUAN ANAK
Lahir sampai 2 tahun
Fase Fonologis
Anak bermain dengan bunyi-bunyi bahasa mulai mengoceh sampai menyebutkan kata-kata sederhana.
2 -7 tahun
Fase Sintaktik
Anak menunjukkan kesadaran gramatis, berbicara menggunakan kalimat
7 – 11 tahun
Fase Semantik
Anak dapat membedakan kata sebagai simbol dan konsep yang terkandung dalam kata

Perkembangan membaca terjadi atas beberapa fase, yaitu sebagai berikut.
Fase kesatu, kelas I dan kelas II, anak usia 7 dan 8 tahun, sudah dapat membaca lancar dalam cerita sederhana. Mereka sudah mengenal huruf, suku kata, dan kata untuk  keperluan membaca tersebut.
Fase kedua, kelas III dan kelas IV, anak sudah dapat menganalisis kata yang tidak
diketahuinya menggunakan pola tulisan dan kesimpulan yang didasarkan konteksnya
Fase ketiga, kelas IV sampai SLTP, pembelajaran membaca sudah meningkat bukan lagi
pengenalan tulisan, melainkan sudah pada tingkat pemahaman bahan bacaan. (Owens dalam Zuchdi, 1996/1997:20—21).

Rabu, 18 Juli 2012

KISI KISI UJI KOMPETENSI GURU 2012 RESMI DARI BPSDMPK-PMP


Berikut kisi-kisi UKG PAUD/TK/SD/SDLB/SMP/SMA/SMK yang siap diunduh.  Kisi-kisi ini resmi yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (Badan PSDMPK – PMP).

Untuk mengunduh materi kisi-kisi UKG guru kelas, silakan klik di sini

Bagi guru yang ingin memilih kisi-kisi yang sesuai dengan tugas Anda selain guru SD, silakan klik di sini.


Inilah alamat situsnya : http://bpsdmpk.kemdikbud.go.id/ukguru/index.php?pg=kisi

Selasa, 17 Juli 2012

KEGIATAN BULAN RAMADHAN 1433 H DI SATUAN PENDIDIKAN


Berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara Nomor 421.2/2777.a tanggal 12 Juli 2012, bahwa kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadhan 1433 H dan hari-hari libur di Satuan Pendidikan khususnya TK dan SD diatur sebagai berikut:

1.       Tanggal 20 Juli 2012 libur sebelum bulan Ramadhan 1433 H.
2.      Tanggal 21 s.d. 22 Juli 2012 libur awal bulan Ramadhan 1433 H.
3.      Tanggal 23 Juli s.d. 4 Agustus 2012nkegiatan pembelajaran efektif dengan alokasi waktu sebagai berikut:
a.    Kelas 3, 4, 5, dan 6   : 30 mnit/jam pembelajaran
b.    Kelas 1 dan 2            : 25 menit/jam pembelajaran
c.     TK                           : 25 menit/jam pembelajaran
4.      Mata pelajaran yang bersifat praktik yang dapat mengganggu kondisi fisik anak didik untuk sementara waktu ditiadakan (misal:olahraga)
5.      Wakt u masuk kegiatan pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB 2012
6.      Tanggal 6 s.d. 11 Agustus  kegiatan Pesantren Kilat.
7.      Tanggal 17 Agustus 2012 mengikuti Upacara HUT RI.
8.      Tanggal 13 s.d. 18 Agustus 2012 libur sebelum 1 Syawal 1433 H.
9.      Tanggal 19 Agustus 2012 libur Hari Raya Idul Fitri 1433 H.
10.    Tanggal 20 s.d. Agustus 2012 libur setelah Hari Raya Idul Ftri 1433 H.

Semoga bermanfaat…okey

Minggu, 15 Juli 2012

KALENDER PENDIDIKAN TAHUN 2012/2013 KABUPATEN BANJARNEGARA


Sekarang kita sudah memasuki tahun pelajaran baru (2012/2013). Para guru pasti mulai sibuk melengkapi admiistrasi sekolah. Setelah satu tahun melaksanakan kegiatan pembelajaran dan diakhiri dengan Ujian Nasional (untuk kelas VI). Semoga saja hasil ujian peserta didik anda memuaskan sehingga menambah semangat kita untuk menyongsong tahun pelajaran yang akan datang. Pergantian tahun pelajaran tentunya juga terjadi pergantian tantangan dan hambatan.
Waktu liburan tentunya harus kita manfaatkan untuk mempersiapkan administrasi kelas dan administrasi pembelajaran. Untuk administrasi pembelajaran antara lain :
  1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
  2. Silabus
  3. Prota/Promes/Rincian Minggu  Efektif
  4. Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM)
  5. Program Evaluasi
  6. Dan sebagainya.
Baca selanjutnya dan Unduh Kalender Pendidikan, klik di sini.

Kamis, 05 Juli 2012

KPRI "Perguba" Serahkan Hadiah Beasiswa Kepada Sembilan Siswa Berprestasi



Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Perguba UPT. Dindikpora Kecamatan Banjarnegara, setiap tahunnya mengalokasikan dana khusus untuk kepentingan pemberian hadiah beasiswa kepada anak-anak anggota yang berprestasi.
Ketua KerprestasPRI “Perguba” Moch. Sulaiman, S.Pd. mengatakan, program tersebut disamping sebagai ucapan selamat atas prestasi yang telah diperoleh anak-anak anggota koperasi, juga sebagai dorongan mereka bisa lebih berprestasi lagi di tahun-tahun yang akan datang.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun ini KPRI “Perguba” juga memberikan hadiah beasiswa kepada sembilan siswa berprestasi yang penyerahannya dilakukan siang tadi (4 Juli 2012) di kantor KPRI “Perguba”. Hadir pada acara itu Kepala UPT. Dindikpora Kecamatan Banjarnegara yang diwakili oleh Penilik PLS Abdul Qohar, S.Pd. dan segenap pengurus KPRI “Perguba” Banjarnegara.
Siswa/siswi berprestasi untuk tingkat sekolah dasar masing-masing adalah Muhammad Rizqi Akbar, putra dari Achmadun, S.Pd. yang memperoleh nilai UN 26,90. Disusul kemudian diurutan kedua yaitu Firman Syaefulloh Nugroho dengan nilai UN 26,50 putra dari Wiyata, serta Irene Puspitasari dengan nilai UN 25,70 putri dari Sutijo.
Tingkat SLTP, ranking pertama di raih Linda Rahayuningsih putri dari Waris, S.Pd. yang memperoleh nilai UN 34,35. Kemudian disusul Noor Akhmad Gilar Romadhon dengan nilai UN 33,50 putra dari Achmadun, S.Pd. sedangkan urutan ketiga yaitu Triyo Mukti Gusvresta Putri dengan nilai UN 31,70 putri dari Siti Ngaisah, S.Pd.
Sementara untuk tingkat SLTA, peringkat pertama diraih oleh Arnidiana Araminta Aisyah putri Kamilah Siswati, S.Pd yang memperoleh nilai UN 55,40, urutan kedua Satria Widya Kurnia dengan nilai UN 54,50 putra dari Triono, S.Pd, sedangkan untuk peringkat ketiga diraih Shella Hutabriana dengan nilai UN 54,25 putri Chilmi Masrifah, S.Pd.
Hadiah untuk tingkat SD, besarnya beasiswa adalah Rp 350 ribu untuk peringkat I, Rp 300 ribu untuk peringkat II dan Rp 250 ribu untuk peringkat III. SLTP Rp 400, Rp 350 ribu dan Rp 300 ribu. Sedangkan beasiswa untuk SLTA adalah Rp 450 ribu, Rp 400 ribu dan Rp 350 ribu.
Hadiah beasiswa berprestasi tersebut masing-masing diserahkan oleh Penilik PLS Abdul Qohar, S.Pd. atas nama Kepala UPT. Dindikpora Kecamatan Banjarnegara, Ketua KPRI “Perguba” Moch. Sulaiman, S.Pd dan Achmadun, S.Pd. Khusus untuk peringkat pertama akan diusulkan untuk memperoleh hadiah beasiswa dari Pusat KPRI Kabupaten Banjarnegara.
Penilik Pendidikan Luar Sekolah Abdul Qohar, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus KPRI Perguba yang telah ikut berpartisipasi memajukan pendidikan. Sedangkan kepada siswa/siswi yang menerima hadiah bea siswa tersebut diharapkan untuk terus belajar dan mempertahankan prestasinya. (s.bag).

SUMBER

Rabu, 04 Juli 2012

Uji Kompetensi Guru Bersertifikasi Bualan Belaka

ANGGARAN BERTAMBAH, UJIAN TAK NYATA

SURABAYA- Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggelar uji kompetensi guru bersertifikasi pada akhir Juli mendatang menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Rencana ini dipastikan kembali menimbulkan gejolak di kalangan guru. Beberapa praktisi pendidikan bahkan menilai, uji kompetensi guru bersertifikasi hanyalah bualan belaka.

Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, Prof. Zainnudin Maliki mengatakan, uji kompetensi guru bersertifikasi tidak saja bakal membebani guru, tapi juga menambah anggaran pengeluaran pemerintah. Padahal, hasilnya belum tentu jelas dan sesuai yang diharapkan.
"Jika mengingat program Kemdikbud lainnya seperti distribusi guru atau pemetaan guru dan UKA (Uji Kompetensi Awal-red), itu saja sampai sekarang tidak jelas dan seolah kabur. Jadi, saya kurang optimis rencana baru ini bakal berhasil, malah menghabiskan dana saja. Pengalokasian dana itu daripada digunakan untuk program yang belum tentu keberhasilannya, lebih baik dihibahkan kepada guru yang berprestasi, guru kreatif, guru inovatif, dan lain sebagainya. Apresiasi seperti itu justru lebih efektif meningkatkan profesionalisme guru," jelas Maliki, Minggu (17/6).
Rektor Unmuh Surabaya ini justru menilai Kemdikbud terkesan mengada-ada. Sebab kabarnya, uji kompetensi guru bersertifikasi ini akan dilaksanakan serentak secara online. Peserta yang nantinya dinyatakan tidak lulus diwajibkan mengikuti pembinaan secara online pula. Tak hanya itu, TPP (Tunjangan Profesi Pendidik) mereka juga terancam dicabut.
"Kalau ujiannya secara online, ini malah mengada-ada dan kesannya hanya bualan saja. Karena tentu ujian ini tidak akan efektif untuk mengukur kompetensi guru. Ujian secara online ini nantinya hanyalah menguji dari segi administratif dan kognitif semata, bukan secara keseluruhan. Anehnya lagi kalau TPP mereka dicabut gara-gara tidak lulus. Janganlah mengait-ngaitkan antara profesionalime guru dengan tunjangan atau kesejahteraan. Karena memang sudah sepantasnya guru diperhatikan dan hidup sejahtera," papar Maliki.
Maliki menyatakan sangat tidak masuk akal jika uji ulang guru bersertifikasi digunakan sebagai landasan pemetaan kompetensi guru, apalagi penilaian kinerja yang rencananya diterapkan pada 2013 mendatang. 
"Saya tidak bisa menjamin kalau uji kompetensi guru bersertifikasi ini lantas dijadikan landasan pemetaan. Karena tidak mendasar dan mendetail, serta tidak efektif juga jika diukur dengan ujian secara online," tukas Maliki.
Lebih jauh Maliki melanjutkan, skema pemetaan kompetensi guru perlu dikaji ulang. Sebab, kenyataannya selama ini kesejahteraan guru masih kurang diperhatikan, sementara profesionalismenya menyedihkan.
"Kalau dicabut, kesejahteraan guru juga akan tambah menurun lagi. Lalu kapan majunya kalau begitu. Justru menimbulkan problematika baru lagi nantinya. Sebaiknya ya jangan, TPP itu hak guru untuk meningkatkan kesejahteraan," pungkasnya.
Hal serupa dikatakan Wakil Ketua II Dewan Pendidikan Surabaya, Isa Ansori. Ia menuturkan, pada kenyataanya program-program seperti tersebut tidak membuat guru mengajar muridnya lebih baik dan tak ada peningkatan yang signifikan.
"Niat pemerintah ini mungkin bisa kita apresiasi baik. Tapi kenyatannya, belajar dari pengalaman saat mengadakan UKA dan distribusi guru atau pemetaan guru, tidak ada hasil yang signifikan. Para guru yang lulus UKA pun tidak lebih baik cara mengajarnya," tutur Isa.
Isa menerangkan, harusnya pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud mencari cara lain yang lebih tepat untuk melakukan pemetaan kompetensi guru. Menurut Ketua Hotline Pendidikan Surabaya ini, pengujian kompetensi guru seharusnya diserahkan kepada lembaga yang lebih tepat, yakni asosiasi guru.
"Uji kompetensi dan pemetaan kompetensi guru ini memang penting, tapi juga harus dengan cara yang tepat. Harusnya diserahkan kepada asosiasi guru. Karena kalau ujiannya secara online saja, ini hanya mengukur kompetensi dalam bidang administratif saja, bukan pedagogik," terang Isa.
Mengenai terancamnya TPP guru yang bersangkutan jika tak lulus uji kompetensi guru bersertifikasi ini, Isa mendukungnya. Hal ini beber Isa, sudah sesuai dengan undang-undang tentang guru dan dosen.
"Yang tidak lulus, ya harus menerima konsekuensi TPP-nya dicabut untuk sementara waktu. Mungkin sementara waktu akan menimbulkan gejolak. Tapi positifnya, guru termotivasi untuk memperbaiki diri, memang mereka harus mempertanggungjawabkan profesi mereka masing-masing. Tidak asal-asalan menjadi guru dan mengajar seenaknya," tandasnya.* ika